PANDUAN SKINCARE UNTUK IBU HAMIL, APA YANG HARUS DI HINDARI ?
- Melasma atau topeng kehamilan, yang menyebabkan perubahan warna pada kulit wajah
- Tanda peregangan
- Tahi lalat ( atau perubahan tahi lalat yang ada )
- Peningkatan sensitivitas
- Kelebihan sebum (zat berminyak dari kelenjar sebaceous), yang dapat menyebabkan peningkatan jerawat
- Wajah memerah
- Retinol
- Hydroquinone
- Asam salisilat
- Produk yang mengandung wewangian dan minyak esensial seperti lotion berpewangi
- Asam Glikolat
- Benzoil peroksida
- Asam Hidroksi Alfa
Melansir Baby List, melasma biasanya akan terus-menerus ada meski anda sudah melahirkan. Untuk mengatasinya, anda harus meningkatkan perawatan kulit, seperi memakai topi untuk melindungi wajah, atau dengan menggunakan sunscreen atau day cream yang sudah memiliki kandungan SPF pada wajah setiap dua jam.
Dan ketika stretch mark muncul, maka beauties bisa mencoba untuk menambah atau menurunkan berat badan secara perlahan. Selain itu, beauties juga bisa mengoleskan minyak esensial yang diformulasikan untuk mengatasi masalah ini. Meski belum ada bukti ilmiah, namun produk ini bisa membantu mempertahankan kelembaban pada area yang sering muncul stretch mark.
Sebenarnya ada cara lain yang bisa dipilih untuk mengatasi stretch mark, yaitu microneedling dan laser untuk mengurangi penampilannya. Jika beauties sudah memiliki tahi lalat sejak sebelum hamil, maka beauties akan mengalami perubahan tahi lalat dari warnanya menjadi lebih gelap atau ukurannya menjadi lebih besar selama masa kehamilan.
Masalah Perawatan Kulit Saat Hamil
Ada dua masalah yang perlu diingat saat ingin melakukan perawatan kulit pada masa kehamilan agar beauties selalu berhati-hati.
Pertama, produk skincare dapat diserap ke dalam aliran darah melalui kulit, dan akan mempengaruhi pertumbuhan atau perkembangan bayi. Kedua, pada saat hamil kulit akan lebih sensitif dari sebelumnya. Beauties bisa saja mengalami alergi terhadap produk perawatan kulit, baik terhadap produk baru atau produk yang sudah bertahun-tahun digunakan.
Penyerapan kandungan skincare yang dilakukan oleh kulit memang tidak dapat dicegah. Namun paling tidak beauties harus memastikan bahwa produk yang beauties pilih merupakan produk skincare yang aman untuk ibu dan bayi yang ada dalam kandungan.
Intinya, jika beauties mengalami peningkatan sensitivitas pada kulit saat hamil, yang perlu diingat adalah gunakan produk skincare yang lembut dan bebas pewangi. Jangan sekali-kali mencoba produk skincare baru selama hamil secara bersamaan. Coba satu per satu, agar beauties tahu mana produk yang cocok dan tidak dengan kondisi kulit beauties.
Skincare yang Boleh Digunakan saat Hamil
Lantas adakah produk skincare yang bisa digunakan saat hamil ? Tenang, masih ada banyak produk perawatan kulit yang akan membantu beauties merawat kulit dan menjaganya tetap sehat. Berikut beberapa di antaranya Paket Skincare Can Beauty ini produk skincare yang aman digunakan selama masa kehamilan.
Selain bahan-bahan yang disebutkan di atas, ada kemungkinan ibu hamil membutuhkan atau bahkan memiliki alergi terhadap zat tertentu. Karenanya, pemeriksaan rutin selama kehamilan sangat penting untuk memantau kesehatan ibu dan bayi.
Nah, sekarang sudah tahu kan skincare ibu hamil mana yang boleh dan tidak boleh digunakan selama masa kehamilan. Selama kehamilan, perempuan mengalami berbagai masalah kulit, mulai dari melasma, kulit kusam, hingga stretch mark. Hal itu muncul karena pengaruh hormon kehamilan. Meski demikian, skincare ibu hamil juga tidak bisa sembarangan karena harus mengandung bahan aman untuk perkembangan janin. Karenanya, memilih produk yang tepat adalah kunci agar kulit tetap cerah dan sehat, tanpa mengancam kesehatan buah hati.

Komentar
Posting Komentar